PENDAMPINGAN SEMINAR NASIONAL INTERNET CAKAP TANGKAL INFORMASI HOAX DI KABUPATEN JEMBER PROVINSI JAWA TIMUR TANGGAL 02 MEI 2017

Posted by:

Acara diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Jember Provinsi Jawa Timur, dengan tema “Seminar Nasional Internet CAKAP tangkal Informasi Hoax pada tanggal 02 Mei 2017, dihadiri oleh :

  1. Kasubdit Peningkatan Kapasitas TIK, Kominfo
  2. Bupati Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur
  3. Kapolres Jember, Provinsi Jawa Timur
  4. Humas Polres Jember, Provinsi Jawa Timur
  5. Praktisi Polres Jember, Provinsi Jawa Timur
  6. Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur
  7. Rektor 3 Universitas Muhammadiyah Jember, Provinsi Jawa Timur
  8. Presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember, Provinsi Jawa Timur
  9. Ketua Harian RTIK Nasional
  10. RTIK (Relawan TIK Kabupaten Jember), Provinsi Jawa Timur

Kegiatan berlangsung dengan susunan acara sebagai berikut :

  1. Registrasi peserta
  2. Pembukaan dipandu oleh MC perwakilan dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember, Provinsi Jawa Timur
  3. Menyanyikan lagu Indonesia Raya, dipandu oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember
  4. Pembancaan Doa dipandu oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember
  5. Sambutan dari Presiden Universitas Muhammadiyah Jember

Sisi positif dengan medsos adalah akan cepatnya komunikasi dan sisi negatif dengan medsos adalah banyak informasi-informasi yang tidak benar dalam medsos yang sekarang ini lagi heboh yaitu HOAX. Mahasiswa tidak lepas dari peran dan kemahasiswaan bahwa kita sebagai agen of change kita mengharapkan dari para aktifis. Dengan adanya seminar ini mampu mengawal dan mengedepankan peran mahasiswa dalam agen of change. Bahwa kita Universitas Muhammadiyah Jember mampu tangkal HOAX .

  1. Sambutan Wakil Rektor 3 Universitas Muhammadiyah Jember

HOAX (Berita bohong) merupakan permasalahan yang mendunia bukan lokal saja. Maka kita harus mengetahui dan memahami juga serta mengantisipasi bahwa perkembangan TIK sangat cepat dapat dikatakan setiap detik dan menit berkembang.

Dulu komunikasi sangat lama dan cenderung lebih mahal tetapi sekarang dengan perkembangan teknologi informatika sangat murah dan cepat dengan melalui media sosial. Dengan cepatnya perkembangan TIK serta semakin cepatnya komunikasi via media sosial banyak informasi-informasi yang tidak benar cepat sekali beredar (HOAX). Untuk menyebarkan informasi sebaiknya disarankan agar dapat dipastikan sudah terkonfirmasi sebelumnya.

  1. Sambutan Kapolres Jember, Provinsi Jawa Timur

Perihal penculikan anak. HOAX dapat mampu membohongi masyarkat atau menipu untuk membuat berita palsu . Pembuat berita bohong mempunyai goal setting sebagai mata pencaharian. Dalam team HOAX mempunyai beberapa kriteria diantaranya adalah : Team bohong, team membuli, team merayu. Kelompok tersebut dipergunaka untuk berkompetisi, memenangkan suara. Bahkan penyebaran hoax hanya dikarenakan iseng-iseng atau mencoba-coba. Kami mengharapkan informasi apapun seharusnya dapat dikonfirmasikan terlebih dahulu ke situs resmi atau berita resmi. Melihat apakah berita tersebut valid atau tidak.

Contohnya tentang penculikan anak, ada isu tentang paku arid (PKI) ternyata HOAX tidak adanya penculikan anak dengan tanda paku arid.

Sebaiknya tabayyun dalam menggunakan informasi.

Acara dimulai dengan paparan dari Kasubdit Peningkatan Kapasitas TIK, Kominfo

Menjelaskan terkait pemanfaatan Internet CAKAP untuk menciptakan karya baru, sesuatu yang berpotensi dan memberikan nilai tambah dengan memanfaatkan fitur-fitur internet bagi penggunanya. Selain itu beliau juga memaparkan tips penggunaan internet CAKAP. Bahwa Berdasarkan data dari APJII tahun 2016 Penetrasi Penggunaan Internet Indonesia yang paling banyak dari pulau Jawa sebanyak 65% atau 86,3 Juta orang dari total populasi penduduk Indonesia 256,2 Juta Orang. Sedangkan Komposisi Pengguna Internet Indonesia berdasarkan usia paling banyak menggunakan internet pada tingkat usia 35-44 tahun (29,2%) atau 38,7 Juta dan peringkat ke2 paling banyak menggunakan internet pada usia 25-34 tahun (24,4% atau 32,3 Juta orang. Dan pengguna internet paling banyak menggunakan telepon selulur dibandingkan dengan PC Desktop atau dengan Tablet dikarenakan dengan telepon selular lebih memudahkan user dalam penggunaan internet, dan user mempergunakan internet untuk :

  1. Sosial Media
  2. Pesan Instan
  3. Cari data dan Informasi
  4. Streaming TV
  5. Baca Berita

Dengan adanya trasnformasi dengan internet antara dulu dengan sekarang adalah sebagai berikut :

Dahulu semua dikerjakan dengan manual based tidak dengan perangkat internet sedangkan dalam era digital sekarnag ini semua dilakukan dengan mempergunakan electronic based seperti contohnya : dulu membuat surat dengan cara pakai kertas dan dikirim melalui kantor pos sekarang ini hanya dengan itungan detik dengan email atau dengan media sosial lainnya.

Penukaran informasi jarak jauh harus bertemu tatap muka tetapi sekarang dengan Skype, Line atau WA dapat penukaran informasi face to face.

Dahulu kita belanja harus ke supermarket atau ke mall tetapi dengan berkembangnya Teknologi Informasi kita tidak harus berbelanja ke mall bahkan ke supermarket tapi dengan online semua dapat dilakukan.

Dalam hal diatas kita menyebutkan dampak positif dalam penggunaan internet, selain menggunakan internet positif juga terdapat dampak negative. Diantaranya adalah :

  1. Cyber Bullying, kekerasn dan pelecehan melalui internet
  2. Cyber Fraud, informasi tidak benar di internet (HOAX), Penipuan transaksi online
  3. Porn, pornografi melalui internet, gambar-gambar bugil dan tidak senonoh, video asusila
  4. Cyber Gambling, permainan judi berkedok game sosial media
  5. Cyber Stalking , penculikan dengan kenalan di sosial media

Peran pemerintah dalam menangani konten negative dalam internert adalah sebagai berikut :

  1. Revolusi mental penggunaan internet CAKAP (Cerdas Kreatif dan Produktif) dimana Cerdas adalah pemanfaatan internet secara baik dalam arti tepat guna, aman sesuai etika, budaya dan norma yang berlaku, Kreatif dengan menciptakan karya baru yang berpotensi memberikan manfaat dan nilai tambah, Produktif dengan mendapatkan atau memberikan manfaat yang maksimal dari penggunaan teknologi dan internet untuk diri sendiri dan orang lain.
  2. INAICTA, pemerintahan yakni KOminfo menyelenggarakann program INAICTA (Indonesia ICT Award). Dalam INAICTA terdapat beberapa kategori yang masing-masing kategori akan disaring dan mendapatkan pemenang yang nantinya pemenang tersebut akan dikirim oleh Kominfo ke ajang Asia Pasific ICT Allience ( APICTA)
  3. Duta INCAKAP dimana Kominfo juga mempunyai program menyaring anak didik SMA kelas 1 dan kelas 2 untuk disaring bagiamana menggunakan internet CAKAP yang nantinya masuk ke ajak INAICTA
  4. Melalui Pendekatan dapat melalui UU ITE tentang Informasi dan transaksi elektronik terdapat pasal-pasal yang melarag tentang perbuatan kesusilaan, perjudian penghinaan dan pemerasan, berita bohong dan sara, ancaman kekerasan dan lain-lain

Paparan ke-2 dari Kasubag Humas Polres Jember, menyampaikan :

Kasubag Humas menyampaikan ulasannya terkait sosialisasi UU No.11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik. Materi ini menjelaskan dasar implementasi UU ITE yang meliputi keterbukaan informasi, pergeseran nilai sosial-etika online, melindungi netizen lainnya, penyebaran konten ilegal, cultiral shock dan potensi ancaman terhadap kedaulatan NKRI.

Untuk itu kami menghimbau masyarakat pengguna internet atau sosial media agar melek mengenal norma-norma aturan danmengenal UU ITE memahami pada konteks pemanfaatan media sosial agar ada keseimbangan antara etika, norma dan kebebasan berekspresi

Dasar implementasi UU ITE sebagai proteksi terhadap perubahan besar reformasi media. Sosmed menyebarkan informasi begitu cepat dan massive baik itu melalui dokumen maupun non-dokumen. Perkembangan TIK telah menggiring manusia ke etika online. Dengan fasilitas medsos masyarakat dapat memberikan informasi melalui jejaring internet. Penggunaan sosmed bukan hanya digunakan untuk individu tetapi digunakan juga untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Hak informasi merupakan hak masyarakat namun terdapat batasan dalam menggunakan medsos. Perlu waspada dalam penyebaran informasi di sosmed karena akan merugikan individu yang menyebarkannya karena dengan adanya UU ITE jika penyebaran dipergunakan dengan salah maka akan merugikan masyarakat itu sendiri karena terdapat hukuman penjara dan meteriil.

Jangan lupa untu cek dan ricek verifikasi dan konfirmasi clearifikasi atas informasi yang didapatkan sebelum disebarkan.

Tambahan paparan dari Pengamat Sosial Media, menyampaikan :

Pengamat Sosial Media menambahkan penjelasan sosialisasi aturan hukum yang berkaitan langsung dengan HOAX adalah Pasal 28 UU ITE dan KUHP Pasal 14 ayat 1 dan 2. Selain itu pemerhati media ini juga mengulas perihal perbedaan antara Hacker (Experimenter, Reseacher & Developer) dan Cracker (pelanggar hukum) .

Paparan ke-3 dari Ketua Harian RTIK Nasional, menyampaikan :

Ketua harian RTIK Nasional menyampaikan pengetahuan isu Hoax sekaligus menyajikan pemahaman sisi-sisi aktual yang kerap terjadi di dunia maya seperti :

  1. Cyber Bullying, Kekerasan/pelecehan melalui internet
  2. Cyber Fraund, Informasi tidak benar Hoax dan penipuan transaksi online
  3. Porn, Pornografi melalui internet (gambar-gambar bugil / tidak senonoh / Video Asusila)
  4. Cyber Gambling, Permainan judi online berkedok game sosial media
  5. Cyber Stalking, Penculikan dengan kenalan jejaring sosial.

Seminar Nasional Internet CAKAP Tangkal Informasi HOAX di Universitas Muhammadiyah Jember ditutup dengan adanya sesi tanya jawab antara peserta dengan pakar-pakar IT (Narasumber

0

About the Author:

  Related Posts
  • No related posts found.

Add a Comment